Saturday, August 25, 2018

ADA ASI

Perjalanan usaha ingin punya ASI melimpah supaya punya stok ketika kembali kerja nanti masih berlanjut. Sebelumnya saya coba ASI booster hanya satu satu diminum, akhirnya saya memutuskan semua saya minum bersamaan. Saya minum pil ekstrak daun katuk, pil fenugreek (kadang juga minum teh fenugreek), pil habatusauda, tablet Moloco B12, dan minum Mama Soya 4x sehari, saya pumping hasil nya lumayan langsung 50ml, tambah di-massage (diperah) hasilnya menjadi 100ml, wowww senang banget. Berselang 2 jam kemudian saya coba pumping+perah hasilnya 70ml. Walaupun ASI nya berwarna lebih putih dan sedikit lebih encer tetapi sudah menampilkan hasil , tinggal tambah gizi supaya ASI tidak encer. Kalau saya perhatikan yang paling penting adalah minum susu Mama Soya, bisa juga digantikan susu kedelai biasa dan tetap minum pil2 ASI Booster lainnya, ini sudah saya coba juga hasilnya bagus, tetapi harus minum susu kedelai nya lebih banyak dibandingkan hanya minum Mama Soya.

Yuk tetap semangat untuk memberi ASI kepada buah hati. Berusaha dan berdoa, dan juga pikiran harus rileks, kalau memang kita senangnya kerja ngantor, ya tidak salahnya menitipkan si kecil kepada orang yang kita percaya, saya menitipkan sama mama saya, karena saya merasa pikiran lebih tenang dan rileks ketika bekerja. Mungkin ini juga salah satu sebab ASI saya kurang, sebelumnya saya menjaga Mo sendirian, jadi tidak ada waktu untuk lainnya, pumping yang harusnya 2 jam sekali juga berantakan. Kelelahan yang saya nikmati selama menjaga Mo juga akhirnya meneyebabkan ASI sedikit. Yuk Bunda, usahakan segala cara selama masih bisa, pikiran tetap positif, berdoa, semoga berhasil. Semangattt!!!!

Thursday, August 16, 2018

(Maunya) ASI Melimpah

Tidak terpikir kalau setelah melahirkan, saya tidak memiliki ASi yang cukup unruk buah hati saya. Pikir saya kalau semua wanita setelah melahirkan pasti punya ASI, hanya kita lah sebagai ibu yang menentukan mau kasih ASI atau susu formula kepada bayi kita, sehingga tidak ads dalam pikiran saya untuk mempersiapkan apapun agar ASI saya melimpah. Sewaktu saya masih hamil 7bulan, mama mertua hanya menyarankan untuk melemaskan puting payudara supaya nanti kalau menyusui baby tidak sakit, ah itu pun hanya 1-2 kali saya lakukan.
Ketika putri saya (nama panggilannya Mo) berumur 2 hari, saya menyusui Mo, dan Mo langsung menghisap, dan saya tidak merasakan sakit apapun, kata suster aih bentuk payudara saya pas tidak kebesaran dan tidak kekecilan, juga bentuk puting payudara saya adalah favorit bayi (agak besar dan membulat keluar). Lambung bayi umur 2hari hanya sebesar kelereng, jadi dia tidak terlalu merasakan lapar, tetapi Mo cukup lama menghisap payudara saya, dan saya tidak sadar kalau payudara saya tidak ada isinya, Mo hanya merasakan nyaman ketika menghisap payudara (bahkan sampai sekarang umur 2 bulan, ketika Mo merasa cemas, dia pasti menangis dan mencari puting saya). Setelah pulang dari Rumah Sakit, hari ke 5 saya masih santai menyusui , Mo pun belum merasa kelaparan, hari ke 8 barulah Mo menyusui tanpa henti, saya pikir Mo lapar, ternyata saya salah, ASI saya sedikit sekali (hasil pompa hanya 10-30ml). Panik dan merasa bersalah pada Mo, akhirnya saya menuruti semua nasehat untuk memperbanyak ASI : minum air putih min 2 liter per hari, makan sayuran hijau, suami pun ikut memberikan susu (susu untuk menyusui/ susu UHT) untuk saya, makan bubur kacang hijau, minum susu kacang kedelai/ susu kacang hijau, tetapi masih belum berhasil meningkatkan produksi ASI saya, dan Mo sepanjang hari terus menyusu, Mo menangis ketika ia jatuh tertidur dan saya letakkan di kasur, berusaha untuk menyusu dan mendapatkan susu dari saya. Duh sedih banget ingat itu, maaf ya Mo dan Mo hanya tertidur pulas ketika malam saja (mungkin sudah lelah seharian menyusu). Akhirnya suami memutuskan untuk juga memberikan susu formula untuk Mo sambil terus berusaha memompa produksi ASI saya. Walaupun sedih banget dan ngga rela kalau Mo minum susu formula, tetapi saya juga takut Mo keaparan dan sakit, akhirnya saya ikhlas, pemberian susu formula pertama pun oleh suami saya. Aduhh sakit sekali hati saya, saya merasa tidak menjadi Ibu yang baik buat Mo, harusnya dari hamil saya sudah mempersiapkan agar ASI saya bisa keluar banyak. Tetapi bersyukur suami saya membesarkan hati kalau tidak apa diberikan susu formula juga yang penting Mo tumbuh berkembang baik dan sehat, tokh masih diselingi ASI juga, kan kamu juga anak susu formula kata suami saya, memang sih dulu kata mama, saya dan kedua saudara saya semua menolak menyusu pada mama, akhirnya kami menjadi anak susu formula, haha.. Tapi kami tetap sehat, pintar pula (lulus cum laude), hehe.. Duh cukup membesarkan hati.
Dalam hati saya tetap ingin memberikan ASI untuk Mo,  maka dimulailah perjalanan asi booster saya, hasil googling saya dimulai dengan Fenugreek Tea, Habbatusauda (Jintan Hitam), Mama Soya, Madu, Moloco B12, Blackmores Pregnant, pijat laktasi, pil ekstrak daun katuk, teh daun kelor.

1. Fenugreek Tea, yang ini saya beli versi direbus dahulu kemudian didinginkan samai berwarna lebih gelap. Soal rasa mirip ramuan jamu china, tidak pahit, dan kalau saya minum langsung glek saja supaya tidak mual, diminum 3x 1gelas. Hasil yang diperoleh melancarkan darah nifas yang masih keluar (sampai harus ganti pembalut 6x sehari), untuk ASI tidak bertambah banyak juga hanya melancarkan saja.

2. Habbatusauda, sebenarnya saya sudah minum ini sejak Mo berusia 1 hari (dicekoki suami saya), katanya sih bisa meningkatkan hormon yang memproduksi ASI, diminum 3x4kapsul. Hasilnya produksi ASI meningkat sedikit.

3. Mama Soya, saya beli setelah mendapatkan rekomendasi dari sepupu saya. Sebelumnya sih ART sudah sering membuatkan saya susu kacang kedelai dan hasilnya ASI bertambah dan mulai rembes2, tetapi hasil pumping baru 30-50ml. Minum Mama Soya yang ada kandungan ekstrak daun katuk, jintan, bee polen tetapi menurut saya hasilnya sama dengan minum susu kacang kedelai biasa, rembes2.

4. Blackmores Pregnancy and Breast Feeding, Ketika Mo berumur 14hari, saya diberikan ini oleh adik saya, kandumgan didlamanya banya vitamin dan DHA. Menurut beberapa Ibu yang sudah mengkonsumsi, ada yang produksinASi meningkat, tetapi untuk saya tidak.

5. Moloco B12, berharap ini bisa membantu untuk meningkatkan produksi ASI saya, tetapi yang pasti setelah minum Moloco B12 ini, warna air kencing menjadi kuning.

6. Teh daun Kelor, minum teh ini hampor tidak terasa herbalnya, hanya memperlancar saja.

7. Pil ekstrak saun katuk, ini terus saya minum, mudah-mudahan bisa menambah hormon prolaktin sehingga produksi ASI bertambah

8. Pijat laktasi, saya pijat di Archa Medika BSD, dengan suster Yohana, dipijat memang agak sakit, tapi sekali pijat dapat 50ml, dan katanya harus min 5x pertemuan berturut2 setiap harinya, supaya ASI jadi lancar dan bertambah. Duh karena rumah saya jauh di Jakarta Pusat dan untuk ke sana perlu waktu, belum lagi si kecil masih harus ikut dengan saya, maka saya hanya 1x saja.

9. Makan sayuran hijau, setiap hari supaya sehat.

10. Minum jus buah / makan buah, apa saja sih tapi dianjurkan oleh dokter adalah Buah semangka karena mengandung banyak air. Jangan lupa pepaya karena Mo agak susah ketika BAB karena minum sufor.


Hampir semua yang katanya ASI Booster sudah saya coba, tetapi hasil perah ASI masih sama saja. Ada sih pil domperidone untuk meningkatkan hormon prolaktin (ini sih pasti naik hormon nya, kan obat kimiawi) yang belum dicoba, karena dulu ketika masih belum menikah, saya pernah mengalamin hyperprokaltinoma, dimana kadar hormon prolaktin saya sangat tinggi sehingga menstruasi tidak kunjung datang, seingat saya sih dulu tidak keluar air susu dari payudara saya. Bahkan divonis oleh dokter SN kalau saya memiliki tunor hipofisis penyebab hyperprokatinoma ini, tetapi saya menolak operasi, maka saya hanya minum obat Cabergoline/ Brymocriptine untuk menurunkan kadar hormon prokatin saya. Wah selama saya minum obat Cabergoline / Brymocriptine, tubuh mengigil, selimut sudah berlapis2, tidak bisa turun dari tempat tidur, perasaan menjadi cemas gelisah ngga keruan, tidak napsu makan, berminggu2 saya mengalami ini. Syukurlah ketika ikut mama check up di Penang, saya MRI dan menurut dokter di Penang kalau otak saya bersih dari tumor, tidak ada kelihatan dari hasil MRI. Terima kasih Tuhan.
Maka dari itu saya tidak berani mencoba pil in, tetapi untuk Ibu2 normal sih aman dan banyak yang berhasil.

Ya.... Saya bersyukur karena telah dianugerahi Mo,  putri saya yang sehat dan cantik, ahh saya berdoa saja semoga Mo selalu sehat dan tumbuh berkembang dengan baik walaupun tidak ASI eksklusif. Saya harus menerima keadaan dan tidak boleh stres gara2 memaksakan ingin punya ASI melimpah, malah nanti kalau stres tidak ada ASI yang keluar. Terus berusaha dan makan makanan sehat dan bergizi. Terima kasih Tuhan.


Bersambung di ADA ASI